Guru Idolaku
Tahun 2009 adalah tahun spesial buat saya, tahun menyambut masa baru, semangat baru, selamat tinggal masa SMP dan selamat datang Putih Abu-Abu. 2009 tahun saya mengenal banyak teman baru dan
guru baru. (dr sini narasi dimulai)
Namun ternyata sekolah baru yang saya rasa akan menyenangkan terasa sangat hambar dan membosankan, saya harus beradaptasi dengan lingkungan, teman dan guru baru.
Juli (bener gak juli? apa juni?) 2009 saya diterimah di Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) Negeri Kalitengah, dan memilih jurusan Multimedia (MM) sebenarnya
saya lebih berminat di Busana Butik (BB) namun ayah menganjurkan memilih
jurusan MM yang berbasis IT untuk membekali saya di zaman modern ini.
Setelah Masa Orientasi Siswa (MOS), minggu pertama kegiatan belajar di SMK saya sering grogi, apalagi pada jam pelajaran pokok datang. entah karena saya belum terbiasa atau belum mengenal Multimedia. saya mulai meyakinkan diri saya sendiri untuk lebih siap, belajar dengan benar dan beradaptasi dengan lingkungan baru ini karena masa putih abu-abu ini adalah tahap awal untuk menuju kedewasaan.
Hari Selasa jam ke-2 saya diajar oleh Pak Kurnia Yahya yang juga akrab di panggil
pak Ayok guru Multimedia yang pada saat itu mengajar "Alur Produksi Multimedia", Pelajaran beliau berlangsung hikmat dan sunyi, beliau terlihat galak dan marah-marah terlebih lagi saya tidak memahami materi apa yang disampaikanya.
Hari Rabu Jam ke-5 kembali kelas saya diajar beliau, kali ini beliau mengisi pelajaran "Desain Grafis/Graphic Design" beliau tidak banyak berbicara, setelah masuk kelas dan mengucap salam, beliau meminta muridnya mengeluarkan buku gambar dan pensil. "Gambarlah apa saya yang kalian bisa, secepat mungkin!" seruan beliau.
teman-teman pun langsung bergegas menggambar. beliau hanya diam dan berkeliling, "sungguh guru yang killer" dalam hati saya sambil menggambar.
2 menit kemudian dia melihat gambar saya yang sudah hampir jadi, dia tersenyum dan bilang "Kamu berbakat, gambar kamu bagus dan berkarakter." tidak disangka guru yang menurut saya killer ternyata sangat manis kalau tersenyum.
Minggu kedua masih di jam Desain Grafis beliau juga masih saja aneh dan misterius. setelah masuk kelas beliau menyuruh semua siswa keluar dan menggambar gedung, terserah sudut mana saja. pada minggu ketiga dan seterusnya dia terlihat semakin ramah. dan mulai terlihat dengan jelas karakter sebenarnya beliau, bahwa dia sebenarnya cerdas, baik dan ramah.
Yang lebih spesial darinya adalah dia mempunyai cara tersendiri dalam mengajar, cara yang unik dan efektif, cara belajar yang selalu update dan gak membosankan, dan nilai lebih lagi Beliau selalu bisa menjadi guru terkeren dengan daya Motifasinya. membuat murid-muridnya lapang dan mencintai pelajaran yang disalurkanya. Dan kelak jika saya menjadi seorang guru saya ingin keren sepertinya, seperti beliau, Guru Idolaku.
******** TAMAT ********